Kamis, 23 Januari 2014

Mengenal ASAM HUMAT ( HUMIC ACID )


SEJARAH SINGKAT 
   Berawal sekitar 60 tahun yang lalu, Lydia Khristeva seorang peneliti dari Universitas Kherson USSR, berhasil menghasilkan asam humus (humid acid) dari tanah biasa, dan kemudian disiramkan pada tanaman. Ternyata pertumbuhan tanaman tersebut meningkat pesat disertai dengan pembentukan sistem akar yang kuat. Untuk pertama kali aktifitas biologi humate ditemukan. Lydia Khristeva mendedikasikan seluruh hidupnya untuk meneliti humate. Kemudian penelitian tersebut ditindaklanjuti oleh peneliti-peneliti dari negara lain seperti Uzbekistan, Cekoslovakia, Italia, dan Amerika, dll.
TEORI HUMATE

   Asam humus (humid acid) adalah sebuah substansi yang memiliki struktur yang kompleks dengan berat molekul 1500. Secara praktis tidak larut (insoluble) atau mengendap dengan asam tetapi larut (soluble) dengan basa. Struktur kimia humid acid memiliki banyak gugus fungsional antara lain :
1. Gugus karboksil (-COOH) dan gugus phenol (-OH), keduanya memiliki muatan ion negatif sehingga mampu mengikat ion positif logam berat dan membentuk sebuah kompleks organo logam atau senyawa khelat (chelate) ;
2. Gugus kuinon yang mampu menangkap dan mengumpulkan energi sinar matahari dan merubahnya dalam bentuk tingkat energi yang lebih tinggi.


PENGARUH HUMIC ACID PADA SIFAT FISIKA TANAH

* Humic acid mempunyai kemampuan arbsorsi air sekitar 80-90%. Sehingga pergerakan air secara vertikal (infiltrasi) semakin meningkat dibanding secara horisontal, berguna untuk mengurangi resiko erosi pada tanah. Selain itu juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air.
* Humic acid berperan sebagai granulator atau memperbaiki struktur tanah. Terjadi karena tanah mudah sekali membentuk kompleks dengan humid acid , terjadi karena meningkatnya populasi mikroorganisme tanah, diantaranya adalah jamur, cendawan dan bakteri. Karena humic acid digunakan sebagai penyusun tubuh dan sumber energinya. Cendawan tersebut mampu menyatukan butir tanah menjadi agregat. Sedangkan bakteri berfungsi sebagai semen yang menyatukan agregat, sementara jamur dapat meningkatkan fisik dari butir-butir prima. Hasilnya adalah tanah yang lebih gembur berstruktur remah dan relatif lebih ringan.
* Meningkatkan aerasi tanah akibat dari bertambahnya pori tanah (porositas) akibat pembentukan agregat,. Udara yang terkadung dalam pori tanah tersebut umumnya didominasi oleh gas-gas O2, N2, dan CO2. Hal ini penting bagi pernapasan (respirasi) mikro-organisme tanah dan akar tanaman.

ASAM HUMAT (HUMIC ACID) 

    Sumber bahan organik alami dalam tanah subur berasal dari substansi humus (humic substances) yang biasanya terakumulasi pada bagian lapisan atas tanah (top soil). Zat aktif atau kandungan utama dalam humus yang berperan terhadap kesuburan tanah adalah senyawa Asam Humat (Humic Acid) dan Asam Fulvat (Fulvic Acid). Senyawa-senyawa tersebut merupakan zat organik yang stabil dan merupakan hasil akhir dari proses dekomposisi bahan organik. Asam humat dan asam fulvat berbeda dengan zat organik yang terkandung dalam bahan organik lain seperti kompos dan pupuk kandang yang umumnya berupa zat organik yang mudah terurai oleh mikroba tanah dan akhirnya akan habis. Kandungan asam humat dalam humus umumnya lebih tinggi dari pada asam fulvat. Oleh karena itu komponen utama humus seringkali disebut hanya asam humat saja, walaupun sebenarnya mengandung asam fulvat juga.

    Asam humat adalah zat organik yang memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi (makromolekul) atau dapat disebut sebagai polimer organik yang mengandung gugus aktif. Di alam, asam humat terbentuk melalui proses fisika, kimia, dan biologi dari bahan-bahan yang berasal dari tumbuhan maupun hewan, yang disebut proses humifikasi. Oleh karena struktur asam humat terdiri dari campuran senyawa organik alifatik dan aromatik (diantaranya ditunjukkan dengan adanya gugus aktif asam karboksilat dan quinoid), maka asam humat memiliki kemampuan untuk menstimulasi dan mengaktifkan proses biologi dan fisiologi pada organisme hidup dalam tanah.
Beberapa sifat penting lain dari asam humat yang berhubungan dengan perannya dalam memperbaiki kondisi tanah dan pertumbuhan tanaman adalah Kapasitas Tukar Kation (Cation Exchange Capacity) yang tinggi, memiliki kemampuan mengikat air (Water Holding Capacity) yang besar, sebagai zat pengompleks (Chelating/Complexing Agent), dan kemampuan untuk mengikat (fiksasi) polutan dalam tanah.
Dari keunggulan sifat-sifat yang dimilikinya, berikut ini beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan asam humat :
- Meningkatkan masukan (uptake) nutrient melalui konversi hara menjadi bentuk tersedia dan meningkatkan permeabilitas membran tanaman.
- Mengikat dan mengatur pelepasan hara (slow release) sesuai kebutuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan pupuk dan mengurangi kehilangan hara karena terlarut atau menguap.
- Merangsang pertumbuhan tanaman dan mempercepat pertumbuhan akar atau tunas muda sehingga tanaman lebih cepat tumbuh serta menambah hasil dan kualitas tanaman.
- Memperbaiki struktur tanah secara fisika maupun kimia (kegemburan, pH, pengikatan air, sifat koloid, katalis organik, dsb.) sehinga mampu menopang pertumbuhan tanaman dengan baik dan tanaman tidak mudah stress.
- Menstimulasi peningkatan aktivitas mikrobiologi tanah yang menguntungkan bagi pertumbuhan akar tanaman.
- Dan lain-lain.
HUMIKA – SC87
HUMIKA-SC87 adalah produk Asam Humat berupa konsentrat tinggi dari garam asam humat, berbentuk padatan, dan mudah larut dalam air (100% water soluble).
Fungsi utama HUMIKA-SC87 adalah sebagai perangsang pertumbuhan tanaman (Plant Growth Stimulant) dan kondisioner tanah (Soil Conditioner). Sampai tingkat tertentu, HUMIKA-SC87 dapat berfungsi sebagai pupuk organik (Organic Fertilizer) karena mengandung berbagai unsur hara makro maupun mikro yang dibutuhkan tanaman. Bila dicampur dengan pupuk tunggal atau majemuk, HUMIKA-SC87 dapat meningkatkan efektivitas pupuk.
HUMIKA-SC87 dapat diaplikasikan dengan berbagai macam cara seperti dicampur dengan tanah (soil treatment), perendaman benih, sebagai pupuk semprot (foliar), atau dicampur dengan pupuk (urea, NPK, rock phosphate, dsb.).
SPESIFIKASI :
Bentuk (Appearance) : Tepung/Kristal/Granular (Powder/Crystal/Granular)
Warna (Color) : Hitam (Black)
Bau (Odor) : Normal
Berat Jenis (Density) : 0,640 kg/L
Kadar Air (Moisture Content) : 10 %
Asam Humat (Soluble Humic Acid) : 87 %
Karbon Organic (Organic Carbon) : 66 %
Kalium (Potassium) - K2O : 11,5 %
Nitrogen (Nitrogen) - N : 0,45 %
Posfor (Phosphorus) - P2O5 : 0,15 %
Besi (Iron) - Fe : 0,50 %
Kalsium (Calcium) - Ca : 0,10 %
Magnesium (Magnesium) - Mg : 0,10 %
Sulfur (Sulphur) - S : 0,20 %
Kapasitas Tukar Kation : 500 - 700 meq/100 g
(Cation Exchange Capacity)
pH (1% larutan / solution) : 8 -9
(10% larutan / solution) : 10 -11
Auksin & Hara Mikro Aktif : 1,40 %
(Auxin & Active Trace Elements)
 

 

Senin, 20 Januari 2014

PROSES PEMBANGUNAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT



Tabel Terkait
Tabel. 1
Diameter
Ditebang dari permukaan tanah maks.
> 10 – 15 cm
15 cm (serapat mungkin dengan tanah)
16 – 30 cm
25 cm
31 – 75 cm
50 cm
76 – 150 cm
100 cm
> 150 cm
Ditebang pada batas antara akar penguat dengan batang utama
 


Tabel. 2

Diameter (cm)
Panjang Potongan (m)
10 - 30
1,5 – 3
30 - 75
2 – 4
> 75
4 - 5
 

Tabel. 3

Jenis Alat
Vegetasi
Topografi
Posisi Rumpuk
Kerapatan kayu
Buldozer
Hutan sekunder, semak belukar
Gelombang, darat, datar
4 : 1
Sedang – rendah
Buldozer
Hutan primer
Datar, gelombang
2 : 1
Tinggi – sedang
Buldozer & Excavator
Hutan primer, sekunder, semak belukar
Bukit, gelombang
Antar teras
Tinggi – rendah
Excavator
Hutan primer, sekunder, semak belukar
Rendahan, gambut
2 : 1
Tinggi - rendah
 

Tabel. 4

Jenis Pekerjaan
Implement
Lebar Potongan (m)
Kecepatan (km/jam)
Efisiensi (%)
Kapasitas (ha)
JKT/ha
Membabat
JD 307
1,8
4,0
70
0,50
2,00
Membajak I
JD SA 234, 4 Plow 28 inch
1,0
5,0
70
0,35
2,86
Membajak II
JD SA 234, 4 Plow 28 inch
1,0
5,0
80
0,40
2,50
Menggaru I
JD Integral disc harrow 9,5 inch
2,8
5,0
80
1,12
2,89
Menggaru II
JD Integral disc harrow 9,5 inch
2,8
5,0
80
1,12
0,8
 

Tabel. 5 

Uraian
Manual
Mekanis
Alat
Keb. HK (HK/ha)
Alat
Keb. HK / JKT
Babat/Imas
Parang
15-20
Parang
15-20 HK
Menumbang
Gergaji rantai
25-35
Buldozer
8-12 JKT
Merencek
Parang + gergaji
20-30
Gergaji rantai
20-30
Merumpuk
-
10-12
Buldozer
4-6 JKT
Membersihkan areal
Cangkul
15-20
Buldozer
6 JKT
Jumlah

85 - 117 HK
(35-55 HK) + (18-24 JKT)

Tabel. 6

Uraian
Manual
Mekanis
Alat
Keb. HK (HK/ha)
Alat
Keb. HK / JKT
Babat/Imas
Parang
15-20
Parang
15-20 HK
Menumbang
Gergaji rantai
25-35
Buldozer
8-12 JKT
Merencek
Parang + gergaji
20-30
Gergaji rantai
20-30
Merumpuk
-
10-12
Buldozer
4-6 JKT
Membersihkan areal
Cangkul
15-20
Buldozer
6 JKT
Jumlah

85 - 117 HK
(35-55 HK) + (18-24 JKT)
 
Tabel. 7 

Uraian
Manual
Mekanis
Alat
Keb. HK (HK/ha)
Alat
Keb. HK / JKT
Babat/Imas
Parang
20-25
Parang
15-20 HK
Merencek
Parang + gergaji
15-20
Parang
15-20 HK
Merumpuk
-
10-15


Membersihkan jalur/areal
Cangkul
20
Buldozer
4-6 JKT
Jumlah

65-80 HK
(30-40 HK) + (4-6 JKT)